Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup, Beginilah Proses Pengolahan Susu Bubuk

Sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup, Beginilah Proses Pengolahan Susu Bubuk

Susu bubuk adalah salah satu produk yang baik untuk kesehatan. Sebagai salah satu upaya pelestarian lingkungan hidup, ada beberapa tahapan yang harus dilalui agar mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diinginkan. Dalam hal ini, salah satu perusahaan yang menjaga proses ini adalah Nestle yang memiliki pabrik di Kejayan.

Dalam prosesnya, pengolahan susu agar menjadi berbentuk bubuk mencakup beberapa tahapan. Secara garis besar, proses tersebut bisa dikelompokkan ke dalam tiga tahapan, yaitu proses basah atau wet process; proses kering atau dry process dan pencampuran atau blending. Dalam proses kering sendiri terdapat beberapa tahapan, yang paling penting di antaranya adalah evaporasi.

Proses kering atau dry process adalah tahapan untuk menghasilkan susu dalam bentuknya yang berupa bubuk kering. Karena prosesnya yang sangat penting dalam pembuatan susu bubuk, dalam artikel ini akan dijelaskan apa itu proses evaporasi, sebagai berikut.

Proses Evaporasi dalam Pembuatan Susu Bubuk

Evaporasi adalah sebuah proses dimana sebagian air yang terdapat di dalam susu diuapkan sehingga diperoleh susu yang pekat dengan tingkat kepadatan tertentu sesuai dengan keinginan. Kepadatan bahan harus ditingkatkan sebesar 10 persen (yang asalnya 40 persen menjadi 50 persen) agar proses pengeringan berikutnya menjadi lebih efisien.

Campuran susu yang didapat dari MST dievaporasi dengan menggunakan mesin Single Effect Evaporator. Susu akan dialirkan dari atas ke bawah di bagian dalam tabung evaporator dan kemudian akan menjadi lapisan tipis yang gampang menguap oleh panas yang berasal dari uap yang terdapat di sekeliling luar tabung.

Kemudian uap air yang dihasilkan tersebut akan masuk ke dalam ruang vapor separator yang dipisahkan dari droplet-droplet susu yang ikut bersamanya dengan menggunakan gaya sentrifugal. Sebagian uap air akan masuk ke dalam TVR dan sebagian lainnya lagi akan masuk ke dalam preheater pertama.

Kemudian dari preheater pertama ini, sebagian uap air yang belum mengembun akan dimasukkan ke dalam kondenser. Dalam kondenser ini, uap air akan menjadi mengembun dan selanjutnya ditampung di dalam tangki kondensat. Alat evaporator juga dilengkapi dengan pengukur densitymeter yang digunakan untuk mengukur kepadatan susu yang dikentalkan.

Dalam hal ini, apabila kadar total kepadatan yang diinginkan tidak tercapai, maka cairan akan diproses kembali secara otomatis. Bila kemudian ternyata kadar kepadatan susu telah sesuai dengan yang diinginkan, cairan selanjutnya akan dipompa menuju ke dalam concentrate tank.

Demikianlah proses pengeringan susu sehingga menjadi padat dalam bentuk bubuk. Proses ini harus didasarkan pada upaya pelestarian lingkungan hidup seperti yang terdapat dan diaplikasikan dalam pabrik perusahaan Nestle yang berada di Kejayan. Proses yang ketat ini diambil tidak lain untuk menjamin kualitas produk dan untuk menjaga kelestarian lingkungan.