16 Subsektor Ekonomi Kreatif : Desain Komunikasi Visual

16 Subsektor Ekonomi Kreatif : Desain Komunikasi Visual

Tahukah kamu bahwa setiap perusahaan membutuhkan bagian desain komunikasi visual yang mumpuni? Baik di bidang pendidikan, hiburan, media, keuangan, infrastruktur, properti, dan lain-lain. Oleh sebab itu, salah satu 16 subsektor ekonomi kreatif ini memang tidak bisa diremehkan.

Terlebih saat era ekonomi kreatif yang menunjukkan sektor desain komunikasi visual memberikan kontribusi yang signifikan. Terbukti dengan munculnya berbagai profesi yang berhubungan dengan kreativitas, misalnya animator, ilustrator, filmmaker, web designer, penulis, musisi, dan lainnya.

Apa Itu Desain Komunikasi Visual?

Bagi kamu yang kuliah jurusan DKV, mungkin sudah tidak asing dengan ilmu-ilmu yang dipelajari di dalamnya. DKV mempelajari ilmu tentang penyampaian pesan menggunakan komponen-komponen visual.

Kamu akan belajar mengolah dan menyampaikan pesan secara informatif, kreatif, dan efektif. Komunikasi tersebut dibuat agar bisa mencapai target sasaran yang dibuat. Oleh karena itu, seorang desainer visual harus memperhatikan bentuk, tekstur, warna, ruang, huruf, dan sebagainya.

Pada intinya, kamu harus bisa mengolah segala sesuatu yang berkaitan dengan visual atau penglihatan. Nantinya, kamu akan banyak melakukan praktek dalam membuat karya desain di berbagai macam media.

Misalnya membuat poster, ilustrasi, logo, video, animasi, dan sebagainya. Di perguruan tinggi, ilmu DKV dibagi lagi jadi beberapa peminatan, misalnya grafis, periklanan, dan multimedia.

Profesi yang Berkaitan dengan Desain Komunikasi Visual

1. Art Director

Seorang art director memiliki tugas untuk merancang konsep dan mengawasi desain grafis media publikasi di sebuah perusahaan.

Misalnya ketika perusahaan membutuhkan website, logo, iklan, dan sebagainya. Art director juga bertanggung jawab terhadap nilai estetika karya yang dibuat secara keseluruhan.

2. Game Designer

Sesuai dengan namanya, seorang game designer akan merancang tampilan dari sebuah game. Misalnya ilustrasi tokoh karakter, lokasi, properti, dan tampilan keseluruhan dari game.

Mereka bertanggung jawab terhadap tampilan keseluruhan sebuah game. Termasuk kontribusinya terhadap efek suara dan musik ketika game tersebut dimainkan.

3. Commercial Artist

Profesi ini mencakup banyak hal terkait hal komersial. Misalnya desainer interior, illustrator cover buku, pembuat karikatur, dan lain-lain.

4. Desainer Grafis

Profesi ini bisa dibilang wajib ada di suatu perusahaan. Seorang desainer grafis akan merancang baliho, poster, spanduk, dengan mengkombinasikan warna, bentuk, teks, dan potongan gambar.

Termasuk gambar digital yang nantinya disatukan menjadi satu kesatuan yang utuh dan menarik dilihat. Desainer grafis memiliki tugas untuk kebutuhan media promosi, baik di sebuah perusahaan maupun EO.

5. Desainer Media Interaktif

Desainer ini mengembangkan grafis web multimedia, aplikasi mobile, dan animasi untuk perangkat elektronik. Jadi, profesi ini akan membuat media yang lebih interaktif dan menarik. Biasanya mereka juga dibutuhkan oleh penerbit, perusahaan desain, universitas, dan biro iklan.

6. Youtuber

Siapa sangka, profesi kekinian ini juga bisa menjadi bagian dari DKV. Terlebih di zaman sekarang yang segala sesuatunya mudah diakses. Karya apapun bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang tidak sedikit.

Kamu bisa membuat konten menarik dan berkualitas, misalnya berupa video pendek atau video blog. Bahkan tidak sedikit seorang video maker yang tadinya hanya iseng di Youtube, justru memperoleh penghasilan yang fantastis. Jadi, tidak ada salahnya jika dicoba, bukan?

Kontribusi DKV dalam 16 Subsektor Ekonomi Kreatif

Desain Komunikasi Visual (DKV) menjadi salah satu subsektor ekonomi kreatif yang memberikan banyak kontribusi. Bahkan subsektor ini menunjukkan pertumbuhan tertinggi, yaitu pada film, video, animasi, seni pertunjukan, dan TV.

Pada dasarnya keberadaan industri kreatif telah menjadi salah satu penopang perekonomian nasional. Berdasarkan data dari Bekraf, industri DKV menjadi salah satu dari empat subsektor dengan pertumbuhan paling pesat, yaitu 8,98%.

Kondisi ini tentu menunjukkan bahwa DKV  memberikan perannya dengan baik. Bahkan bisa memberikan dampak positif di subsektor lainnya, seperti kuliner, fashion, dan kriya. Seperti yang telah disebutkan di atas, DKV memang banyak dibutuhkan di berbagai perusahaan.

Adanya bagian yang memegang peranan visual akan membuat produk atau jasa lebih banyak diminati. Ketika melakukan kegiatan promosi, sebuah perusahaan juga membutuhkan strategi yang baik. Salah satunya ketika memanfaatkan media online untuk promosi.

Tentunya, hal tersebut tidak bisa lepas dari peranan DKV. Pertumbuhan industri kreatif di tanah air memang sedang berkembang pesat selama satu dekade ini. Setiap tahunnya, para pelaku ekonomi kreatif kian bertambah.

Mengapa Sektor DKV Harus Mendapat Perhatian?

Lima subsektor ekonomi kreatif yang paling berkembang di antaranya adalah di bidang kuliner, fashion, kriya, penerbitan, dan fotografi.  Tiga subsektor yang disebutkan (kuliner, kriya, dan fashion) membutuhkan jasa seorang desain grafis untuk mensupport industri kreatif tersebut.

Oleh karena itu, diperlukan komitmen untuk mendukung industri kreatif dalam negeri. Seperti yang telah diketahui, pemerintah telah membentuk badan Bekraf untuk menaungi berbagai sektor industri kreatif di Indonesia. Tentunya, DKV menjadi satu di antara 16 subsektor yang didukung.

Bentuk dukungan pemerintah yang diperlukan khususnya dalam bentuk teknologi agar subsektor ekonomi kreatif desain komunikasi visual ini semakin maju sebagai ekonomi kreatif.

Tidak hanya itu, bisa juga melalui sejumlah pelatihan atau workshop mengenai aplikasi desain grafis kepada para mahasiswa, akademisi DKV, dan desainer grafis profesional. Seiring majunya teknologi, tentunya hal ini dibarengi dengan meningkatnya kebutuhan akan desain komunikasi visual.

Subsektor ini akan memberikan pengaruh terhadap sektor ekonomi kreatif lainnya. Oleh karena itu, potensi desain grafis dalam negeri diharapkan agar bertumbuh pesat.

Ulasan mengenai DKV di atas membuktikan bahwa salah satu 16 subsektor ekonomi kreatif ini memang potensial. Terlebih identitas visual adalah hal penting bagi pelaku ekonomi kreatif. Mengingat hal tersebut berhubungan dengan menciptakan tampilan suatu produk.